Kendari – Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Program Unggulannya resmi meluncurkan tiga penelitian inovatif hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa pada Rabu, 3 April 2026. Ketiga proyek riset tersebut dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan industri dan lingkungan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Provinsi Kendari.
Pengumuman ini dibuat dalam acara “Innovation Summit 2026: Bridging Academia and Industry” yang digelar di Aula Utama Kampus UMW Kendari. Kehadiran pejabat pemerintah daerah, pengusaha, akademisi dari universitas lain, serta media massa menjadi bukyi antusiasme masyarakat terhadap kontribusi akademis UMW dalam pembangunan regional.
Tiga Inovasi Unggulan UMW
Ketiga penelitian inovatif yang diluncurkan meliputi: (1) Sistem Pengolahan Limbah Minyak Sawit Berbasis Teknologi Fermentasi Anaerob, (2) Aplikasi Prediksi Cuaca Maritim Lokal untuk Nelayan Tradisional, dan (3) Biofertilizer dari Limbah Agroindustri Kakao sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan.
Penelitian pertama dikembangkan oleh Tim Laboratorium Teknik Lingkungan Program Unggulan UMW bersama lima mahasiswa tingkat akhir. Proyek berjudul “Optimalisasi Biogas dari Limbah Palm Oil Mills melalui Teknologi Co-Digestion Anaerob” ini menargetkan konversi limbah minyak sawit menjadi energi terbarukan yang dapat memenuhi 40 persen kebutuhan energi pabrik pengolahan sawit skala menengah.
“Limbah minyak sawit selama ini menjadi beban lingkungan. Kami memandang ini sebagai peluang ekonomi sirkular. Teknologi yang kami kembangkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghemat biaya operasional pabrik hingga 35 persen,” ujar Dr. Ir. Bambang Susanto, Ketua Tim Peneliti dan Dosen Program Studi Teknik Lingkungan UMW, saat jumpa pers pada Selasa pagi, 2 April 2026.
Dr. Susanto menambahkan bahwa prototipe pertama telah diuji coba di dua lokasi pabrik pengolahan sawit milik mitra industri UMW selama enam bulan terakhir. Hasil menunjukkan peningkatan produksi biogas sebesar 38 persen dibandingkan dengan metode konvensional.
Penelitian kedua berfokus pada kebutuhan nelayan lokal Kendari yang masih mengandalkan prakiraan cuaca konvensional. Aplikasi “Weather Fishery” ini dikembangkan oleh dosen Program Unggulan Sistem Informasi bekerja sama dengan 7 mahasiswa dan 15 nelayan tradisional sebagai pengguna beta.
Inovasi Maritim untuk Nelayan Lokal
Aplikasi mobile berbasis Android dan iOS ini mengintegrasikan data cuaca real-time dari satelit BMKG dengan algoritma machine learning yang telah dilatih menggunakan data historis cuaca maritim Kendari selama 10 tahun terakhir.
“Weather Fishery memberikan prediksi cuaca akurat hingga 72 jam ke depan dengan akurasi mencapai 89 persen untuk kondisi lokal perairan Kendari. Fitur utamanya berupa notifikasi peringatan dini badai, rekomendasi zona penangkapan ikan yang aman, dan data gelombang maritim secara real-time,” jelas Drs. Muhammad Rizki, Ph.D., Dosen Pembimbing Penelitian dari Program Studi Sistem Informasi UMW.
Pengguna dapat mengakses aplikasi ini secara gratis dengan cukup terhubung internet. Dalam fase beta testing selama tiga bulan, aplikasi telah diunduh 2.847 nelayan dari berbagai kelurahan di Kendari. Data menunjukkan 94 persen pengguna merasa keselamatan berlayar mereka meningkat signifikan setelah menggunakan Weather Fishery.
Penelitian ketiga melibatkan Laboratorium Bioteknologi dan Agroindustri Program Unggulan UMW dengan 8 mahasiswa peserta riset. Proyek “Produksi Biofertilizer dari Pod Husk Kakao melalui Teknologi Komposting Bokashi” dirancang untuk mengatasi limbah agroindustri kakao sekaligus meningkatkan produktivitas tanah petani kakao lokal.
Solusi Berkelanjutan Sektor Pertanian
Sulawesi Tenggara termasuk sentra kakao nasional, namun petani masih menghadapi tantangan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan selama puluhan tahun. Penelitian ini menawarkan alternatif ramah lingkungan.
“Biofertilizer yang kami hasilkan tidak hanya mengembalikan kesuburan tanah, tetapi juga menurunkan biaya produksi petani. Kami telah menguji formula biofertilizer kami di 25 hektare kebun kakao milik petani mitra. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas kakao sebesar 22 persen dalam musim tanam pertama, dengan penurunan biaya pupuk hingga 60 persen,” terang Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., Ketua Tim Peneliti dari Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi UMW.
Lebih lanjut, Dr. Nurhaliza menjelaskan bahwa biofertilizer ini dapat diproduksi secara masif dengan memanfaatkan limbah kakao lokal. Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar perkebunan kakao.
Dukungan Pimpinan Universitas
Dalam sambutannya pada acara Innovation Summit, Prof. Dr. H. Syaiful Bahri, Rektor Universitas Mandila Waluya, menyampaikan komitmen universitas terhadap penelitian inovatif yang berbasis pada kebutuhan masyarakat dan industri lokal.
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa pendidikan tinggi harus melakukan lebih dari sekadar mengajar. Kami harus menjadi katalis perubahan bagi masyarakat melalui penelitian yang relevan dan inovatif. Ketiga penelitian yang diluncurkan hari ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa dan dosen UMW mampu menciptakan solusi untuk tantangan nyata yang dihadapi wilayah Kendari,” ungkap Prof. Syaiful Bahri dengan penuh semangat.
Rektor juga mengumumkan alokasi dana penelitian tambahan sebesar Rp 5 miliar untuk tahun anggaran 2026-2027, dengan fokus pada penelitian yang memiliki potensi komersialisasi dan dampak sosial-ekonomi tinggi.
Sementara itu, Dr. Ir. Yusuf Hasan, M.Tech., Kepala Program Unggulan UMW, menekankan bahwa ketiga penelitian ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang melibatkan review eksternal dari pakar di bidangnya masing-masing.
“Program Unggulan kami dirancang untuk memberikan pembelajaran praktis kepada mahasiswa sambil menghasilkan penelitian berkualitas tinggi. Kolaborasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa dalam ketiga proyek ini adalah model pembelajaran yang kami banggakan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi langsung terlibat dalam riset yang memberikan dampak nyata,” jelas Dr. Yusuf Hasan.
Capaian dan Potensi Komersialisasi
Ketiga penelitian telah menghasilkan beberapa capaian signifikan. Untuk penelitian sistem biogas, tim telah mengajukan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan proses pendaftaran sedang berjalan. Sementara aplikasi Weather Fishery telah melalui uji kelayakan produk dan siap memasuki fase pengembangan fitur premium.
Penelitian biofertilizer telah menghasilkan 6 publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi dengan tingkat sitasi yang cukup tinggi. Tim juga sedang mempersiapkan rencana bisnis untuk membangun unit produksi biofertilizer skala kecil-menengah sebagai sarana pembelajaran sekaligus menghasilkan pendapatan bagi universitas.
Pihak industri juga menunjukkan ketertarikan tinggi. Tiga perusahaan pengolahan sawit besar di Kendari telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk melakukan uji coba skala industrial pada penelitian biogas. Sementara Asosiasi Nelayan Kendari telah berkomitmen untuk memperluas penggunaan aplikasi Weather Fishery ke seluruh anggotanya.
Harapan dan Visi Ke Depan
Kesuksesan ketiga penelitian ini menempatkan UMW sebagai salah satu institusi pendidikan yang serius dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Para mahasiswa peserta juga mengungkapkan antusiasme mereka. Salah seorang mahasiswa dari tim biogas, Andi Pratama Wijaya dari semester 7 Program Studi Teknik Lingkungan, menyatakan bahwa pengalaman riset ini telah membuka wawasan barunya tentang relevansi ilmu akademis dengan kehidupan nyata.
“Awalnya, kami hanya mengikuti kuliah teori. Tapi dalam penelitian ini, kami terlibat langsung dari desain percobaan, pengumpulan data di lapangan, hingga analisis hasil. Kami belajar bahwa seorang engineer harus memahami tidak hanya aspek teknis, tetapi juga ekonomi dan dampak sosial dari inovasi yang kami ciptakan,” ungkap Andi dengan antusias.
Penutup dan Momentum Ke Depan
Peluncuran ketiga penelitian inovatif ini menandai babak baru bagi Universitas Mandala Waluya dalam mengukuhkan posisinya sebagai institusi akademis yang memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan regional. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dedikasi dosen pembimbing, dan semangat mahasiswa, ekspektasi terhadap kelanjutan dan pengembangan proyek-proyek ini cukup tinggi.
Ke depannya, UMW merencanakan untuk meluncurkan minimal lima penelitian inovatif lainnya dalam tahun akademik 2026-2027, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, pertanian digital, dan industri kreatif.
Dengan momentum ini, Universitas Mandala Waluya semakin membuktikan bahwa universitas bukan hanya lembaga penyalur ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat inovasi yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan data dari acara Innovation Summit 2026 Universitas Mandala Waluya Kendari pada 3 April 2026, dengan narasumber dari pimpinan universitas, dosen peneliti, dan mahasiswa peserta riset.