BEM dan Organisasi Mahasiswa Program Unggulan UMW Kendari Luncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi 2026
KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beserta seluruh organisasi mahasiswa di Program Unggulan Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari resmi meluncurkan program tahunan bertajuk “Gerakan Mahasiswa untuk Sulawesi Tenggara 2026” pada Sabtu, 19 April 2026, di Gedung Serbaguna Kampus UMW Kendari. Inisiatif komprehensif ini menggabungkan kepedulian sosial, pengembangan keterampilan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara.
Program tersebut menjadi perwujudan komitmen mahasiswa Program Unggulan UMW dalam memberikan dampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah Kendari dan sekitarnya. Dengan melibatkan lebih dari 15 organisasi kemahasiswaan yang berbeda, initiative ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang tahun 2026.
Latar Belakang dan Visi Program
Universitas Mandala Waluya, sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat. Program Unggulan UMW, khususnya, telah dikenal sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas yang tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat.
Menurut informasi yang dihimpun, keputusan untuk meluncurkan program terintegrasi ini muncul dari dialog intensif antara pengurus BEM dengan pimpinan universitas selama dua bulan terakhir. Dialog tersebut melibatkan berbagai stakeholder internal, termasuk Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dekan fakultas, dan ketua-ketua organisasi mahasiswa lintas divisi.
“Kami melihat bahwa potensi mahasiswa Program Unggulan UMW sangat besar, namun belum sepenuhnya tersalurkan dalam program-program yang terukur dan berkelanjutan,” ungkap Dian Pramesti, Ketua BEM UMW Kendari periode 2025-2026, dalam acara launching kemarin.
Komponen Program Utama
Program “Gerakan Mahasiswa untuk Sulawesi Tenggara 2026” terdiri dari empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama adalah pilar pendidikan dan pelatihan keterampilan yang menargetkan ribuan masyarakat di kawasan perkotaan dan pedesaan Kendari. Melalui pilar ini, mahasiswa akan menyelenggarakan workshop gratis seputar literasi digital, kewirausahaan, dan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Pilar kedua fokus pada pemberdayaan ekonomi, khususnya untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kelompok usaha perempuan di Kendari. Mahasiswa Program Unggulan akan memberikan konsultasi bisnis, akses ke pasar digital, dan pelatihan manajemen keuangan yang disesuaikan dengan konteks lokal.
Ketiga adalah pilar lingkungan dan keberlanjutan yang meliputi program rehabilitasi pesisir, edukasi pengelolaan sampah, dan penanaman pohon di berbagai titik strategis Kendari. Pilar ini juga mencakup riset mahasiswa mengenai potensi sumber daya alam Sulawesi Tenggara yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pilar keempat adalah pengembangan kepemimpinan dan karakter melalui serangkaian kegiatan organisasi yang terstruktur, termasuk leadership training, forum diskusi publik, dan seminar nasional yang akan mengundang pembicara dari berbagai latar belakang.
Peran Organisasi Mahasiswa yang Terlibat
Dalam launching yang berlangsung selama tiga jam, presiden dari 15 organisasi mahasiswa secara bergantian menjabarkan kontribusi spesifik organisasi mereka. Organisasi-organisasi tersebut mencakup BEM, HIMA (Himpunan Mahasiswa Program Studi), UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) berbagai bidang, hingga organisasi minat dan bakat yang beragam.
Rohmat Hidayat, Ketua HIMA Teknik Program Unggulan, menyampaikan bahwa HIMA Teknik akan menerjemahkan keahlian teknis mahasiswa menjadi solusi praktis untuk UMKM. “Kami akan membantu UMKM lokal merancang sistem otomasi sederhana, perbaikan infrastruktur produksi, dan teknologi ramah lingkungan,” jelasnya kepada media.
Sementara itu, HIMA Manajemen melalui ketuanya, Siti Nurhaliza, mengumumkan akan menjalankan program ‘Mentor Bisnis Muda’ yang akan mendampingi entrepreneur muda di Kendari. “Program ini akan memberikan guidance gratis selama enam bulan kepada 50 startup pemula di wilayah Kendari,” ujarnya dengan antusias.
UKM Pendidikan akan fokus pada program literasi anak-anak di daerah terpinggir, sementara UKM Olahraga berkomitmen mengadakan event-event kompetisi sosial yang melibatkan masyarakat luas. UKM Seni dan Budaya akan menjadi motor pelestarian budaya lokal melalui workshop seni tradisional dan pameran karya mahasiswa.
Dukungan dari Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sudaryatno, M.Sc., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Dalam sambutannya pada acara launching, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademik dan praktik sosial.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMW bukan sekadar mencari gelar, melainkan memahami peran mereka sebagai agen perubahan sosial. Saya melihat di sini semangat nyata untuk berkontribusi bagi Sulawesi Tenggara,” ujar Prof. Bambang, yang turut didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Indah Kusumastuti, M.Ed.
Dr. Indah Kusumastuti menambahkan bahwa universitas akan memberikan dukungan administratif dan fasilitas untuk kelancaran program. “Kami telah mengalokasikan anggaran khusus dari APBU untuk mendukung berbagai kegiatan yang sudah direncanakan. Universitas juga akan memfasilitasi perizinan dan kemitraan dengan pemerintah daerah,” katanya.
Pendanaan dan Keberlanjutan
Aspek finansial program telah direncanakan dengan matang. Menurut dokumen yang dipresentasikan pada acara launching, program ini akan didanai dari berbagai sumber: dana APBU universitas, kontribusi anggota organisasi mahasiswa, sponsorship dari dunia usaha, dan potensi grant dari organisasi sosial dan pemerintah.
Dian Pramesti menjelaskan bahwa tim finansial BEM telah membuat roadmap yang jelas untuk memastikan keberlanjutan program. “Kami tidak ingin program ini hanya bersifat sesaat. Oleh karena itu, kami merancang model yang bisa berkelanjutan dan bahkan berkembang di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Respons Mahasiswa dan Masyarakat
Antusiasme mahasiswa Program Unggulan terhadap program ini terlihat dari tingginya kehadiran pada acara launching. Lebih dari 500 mahasiswa hadir, merepresentasikan berbagai program studi yang ada di Program Unggulan UMW Kendari.
Salah seorang peserta, Farah Aulia, mahasiswa semester enam Prodi Akuntansi, menyatakan kesiapannya mengikuti program. “Saya merasa ini kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah kami pelajari di kelas. Sekaligus, saya bisa langsung merasakan dampak yang kami berikan kepada masyarakat,” ujarnya dengan optimis.
Tidak hanya dari mahasiswa, masyarakat Kendari juga memberikan sambutan positif. Beberapa perwakilan UKM dan kelompok usaha yang hadir di acara launching langsung mendaftar untuk mengikuti program pendampingan dari mahasiswa. Mereka melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis mereka tanpa beban biaya konsultasi yang tinggi.
Jadwal dan Target Kegiatan
Program “Gerakan Mahasiswa untuk Sulawesi Tenggara 2026” telah disusun dengan timeline yang detail. Fase pertama (April-Juni 2026) akan fokus pada mobilisasi sumber daya dan pelatihan internal untuk mahasiswa peserta. Fase kedua (Juli-September 2026) akan dimulai pelaksanaan program di lapangan dengan intensitas penuh.
Target yang ambisius telah ditetapkan: minimal 1.000 masyarakat mendapatkan pelatihan keterampilan, 100 UMKM menerima pendampingan bisnis, 50 hektar area akan ditanam dengan pohon, dan 20 forum publik akan diselenggarakan dengan total peserta lebih dari 5.000 orang.
Harapan ke Depan
Menutup acara launching, Ketua BEM Dian Pramesti menyampaikan harapan bahwa program ini menjadi standar baru bagi gerakan mahasiswa di Program Unggulan UMW. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi signifikan bagi masyarakat tanpa harus keluar dari identitas kita sebagai akademisi. Ini adalah gerakan yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan respons antusiasme dari mahasiswa dan masyarakat, Program “Gerakan Mahasiswa untuk Sulawesi Tenggara 2026” diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam membangun sinergi bermakna antara akademik dan pengabdian sosial.
Perjalanan baru bagi organisasi mahasiswa Program Unggulan Universitas Mandala Waluya Kendari telah dimulai, dengan komitmen untuk membuat perbedaan nyata bagi Sulawesi Tenggara.
—
Catatan Redaksi: Laporan ini disusun berdasarkan hasil liputan langsung pada acara launching Program “Gerakan Mahasiswa untuk Sulawesi Tenggara 2026” pada 19 April 2026 di Kampus Universitas Mandala Waluya, Kendari.