KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan keunggulannya di tingkat nasional. Pada Jumat (17/4/2026), tim mahasiswa dari Program Unggulan universitas berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia (KITI) 2026, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan asosiasi pengusaha Indonesia di Jakarta.
Prestasi luar biasa ini diraih oleh tim berjumlah lima mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mandala Waluya yang secara khusus difasilitasi melalui Program Unggulan. Tim ini berhasil mengalahkan 287 peserta lainnya dari universitas-universitas ternama di Indonesia dengan menghadirkan inovasi teknologi bernama “AquaSmart Monitoring System,” sebuah sistem manajemen kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Pencapaian ini menandai momentum signifikan bagi Universitas Mandala Waluya, khususnya Program Unggulan yang telah secara konsisten menghasilkan karya-karya inovatif dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, mahasiswa dari universitas yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara ini telah meraih berbagai penghargaan di tingkat regional dan nasional, namun prestasi medali emas dalam kompetisi setingkat KITI merupakan yang pertama dalam sejarah kampus.
### Inovasi yang Mengubah Pertanian Indonesia
Tim pemenang, yang dipimpin oleh Rafif Hidayat, mahasiswa semester delapan Program Studi Teknik Informatika, berhasil mengembangkan solusi teknologi yang menjawab tantangan nyata dalam industri pertanian Indonesia. AquaSmart Monitoring System adalah platform terintegrasi yang memungkinkan petani untuk memantau parameter kualitas air secara real-time menggunakan sensor canggih dan analitik data berbasis cloud.
“Kami memilih topik ini karena melihat langsung permasalahan petani di sekitar Kendari dan Sulawesi Tenggara pada umumnya. Banyak petani yang kesulitan memantau kualitas air irigasi mereka secara akurat, padahal ini sangat penting untuk produktivitas panen,” ungkap Rafif saat diwawancarai di kantor Program Unggulan Universitas Mandala Waluya, Kamis (16/4/2026).
Sistem inovasi ini dilengkapi dengan sensor pH, turbiditas, suhu, dan kadar oksigen terlarut yang terhubung langsung dengan aplikasi mobile. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi kepada petani mengenai langkah-langkah korektor yang perlu dilakukan. Fitur unggulan lainnya adalah sistem alert otomatis yang mengirimkan notifikasi kepada pengguna apabila ada anomali pada parameter air yang diukur.
Inovasi ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan ekonomi petani Indonesia, terutama di kawasan timur. Harga hardware yang kompetitif dan interface aplikasi yang user-friendly menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan produk ini.
Anggota tim lainnya, yaitu Sinta Wijaya (Teknik Sipil), Bayu Pradana (Teknik Elektro), Maulida Nurhaliza (Agronomi), dan Irfan Maulana (Teknik Mesin), masing-masing memberikan kontribusi signifikan sesuai dengan keahlian bidang mereka. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini merupakan salah satu keunggulan tim dalam menghadirkan solusi holistik.
### Dukungan Penuh dari Program Unggulan
Kesuksesan tim ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan bimbingan intensif dari Program Unggulan Universitas Mandala Waluya. Program yang dirancang khusus untuk mengembangkan potensi mahasiswa berprestasi tinggi ini telah menyiapkan laboratorium modern, akses ke berbagai resource penelitian, dan pembimbingan dari dosen-dosen berkualifikasi internasional.
Dr. Ir. Hermawan Suryanto, M.Sc., selaku Kepala Program Unggulan, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim mahasiswa ini. “Ini adalah hasil dari komitmen kami untuk menciptakan ekosistem akademik yang mendorong inovasi. Sejak awal, Program Unggulan dirancang bukan hanya untuk mengejar nilai akademik tinggi, tetapi juga untuk menghasilkan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” kata Dr. Hermawan dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Senin (14/4/2026).
Lebih lanjut, kepala program menjelaskan bahwa tim pemenang telah memulai proyek AquaSmart ini sejak semester kelima mereka, dengan pendampingan intensif dari tiga dosen pembimbing utama. “Kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide mereka dengan dukungan penuh, mulai dari metodologi penelitian, pendanaan riset, hingga akses ke fasilitas laboratorium dan konsultasi dengan praktisi industri,” tambahnya.
Program Unggulan sendiri merupakan inisiatif strategis Universitas Mandala Waluya yang diluncurkan pada tahun 2021 dengan tujuan menjadi center of excellence dalam pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indonesia. Program ini menerima mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia melalui jalur seleksi khusus dan memberikan mereka kebebasan akademik untuk mengeksplorasi minat penelitian dan inovasi mereka.
### Momentum Penting untuk Universitas Mandala Waluya
Medali emas di KITI 2026 ini sejalan dengan visi jangka panjang Universitas Mandala Waluya untuk menjadi universitas riset terkemuka di kawasan timur Indonesia. Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, mengapresiasi pencapaian ini dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Jumat (17/4/2026).
“Prestasi mahasiswa kami di KITI 2026 membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya tidak hanya siap bersaing dengan universitas-universitas besar di Jawa, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal dan nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa investasi kami dalam Program Unggulan telah memberikan hasil yang memuaskan,” ujar Prof. Bambang dalam siaran pers universitas.
Rektor juga menekankan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong budaya riset di kampus ini. Prestasi ini adalah awal, dan kami yakin masih banyak inovasi lain yang akan lahir dari Universitas Mandala Waluya,” tambahnya.
### Dampak pada Ekosistem Akademik Kampus
Kemenangan ini telah menciptakan energi positif di seluruh kampus Universitas Mandala Waluya. Mahasiswa dari program studi lainnya mulai tertarik untuk mengikuti Program Unggulan, dan minat untuk mengembangkan ide-ide inovatif dalam berbagai bidang mengalami peningkatan signifikan.
Lebih dari itu, keberhasilan tim ini telah menarik perhatian beberapa perusahaan teknologi dan industri pertanian untuk berkolaborasi dengan Universitas Mandala Waluya. Menurut informasi yang dihimpun, setidaknya tiga startup teknologi telah menunjukkan minat untuk mengembangkan AquaSmart Monitoring System ke tingkat komersial.
Sinta Wijaya, salah satu anggota tim pemenang, mengungkapkan harapannya agar inovasi ini dapat segera diimplementasikan di lapangan. “Kami ingin AquaSmart ini bukan hanya menjadi proyek akademik, tetapi benar-benar membantu petani-petani di Indonesia. Saat ini, kami sedang mengeksplorasi peluang pendanaan untuk melakukan pilot project di beberapa daerah pertanian,” katanya dengan antusiasme.
Dari perspektif institusional, pencapaian ini juga meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya di kancah nasional. Universitas yang sebelumnya dikenal sebagai institusi pendidikan berkualitas di tingkat regional kini semakin diakui sebagai penghasil inovasi dan penelitian berkontribusi pada tingkat nasional.
### Komitmen Berkelanjutan untuk Inovasi
Pihak universitas telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan alokasi dana penelitian dan inovasi di Program Unggulan sebesar 40 persen pada tahun akademik 2026-2027. Dana tambahan ini akan digunakan untuk memperluas fasilitas laboratorium, mendatangkan dosen-dosen dengan expertise spesifik, dan meningkatkan akses mahasiswa terhadap kolaborasi internasional.
Dr. Hermawan juga mengungkapkan bahwa universitas sedang merancang program akselerator startup yang akan membantu mahasiswa mengkomersialkan ide-ide inovasi mereka. “Kami percaya bahwa inovasi tidak hanya berhenti di tingkat akademik. Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan startup mereka sendiri,” jelasnya.
### Penutup: Dari Kendari ke Panggung Nasional
Prestasi medali emas Universitas Mandala Waluya di KITI 2026 merupakan bukti nyata bahwa keunggulan akademik dan inovasi tidak hanya monopoli universitas-universitas di Jawa Barat atau Jawa Timur. Dari Kendari, universitas yang terletak di tepi Selat Buton ini telah menunjukkan kepada dunia bahwa potensi untuk berinovasi tersebar di seluruh nusantara.
Tim mahasiswa Program Unggulan dengan AquaSmart Monitoring System-nya telah membuktikan bahwa kombinasi antara kreativitas, dedikasi, dan dukungan institusional yang tepat dapat menghasilkan solusi nyata untuk masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Kemenangan ini bukan hanya milik lima mahasiswa pemenang, tetapi juga universitas, Program Unggulan, para dosen pembimbing, dan seluruh civitas akademika Universitas Mandala Waluya yang telah mendukung ekosistem inovasi.
Ke depannya, mata akan tertuju pada langkah selanjutnya: apakah AquaSmart akan berhasil diimplementasikan di lapangan dan membawa manfaat nyata bagi petani Indonesia. Satu hal yang pasti, Universitas Mandala Waluya telah memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan yang serius dalam menghasilkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan universitas, prestasi ini menjadi indikator kuat bahwa Universitas Mandala Waluya dan khususnya Program Unggulannya, adalah pilihan tepat untuk mengejar karir akademik dan inovasi yang bermakna. Selamat kepada tim pemenang, dan semoga pencapaian ini menginspirasi generasi inovator selanjutnya dari tanah Kendari.
—
Penulis: Redaksi Kampus Mandala Waluya
Tanggal Publikasi: 17 April 2026
Verifikasi Sumber: Kantor Program Unggulan, Humas Universitas Mandala Waluya